Tasya diajak Ayah ke rumah Budhe Rini di Bantul, Yogyakarta. Saat sedang melepas lelah, Budhe Rini menyuguhkan sebuah minuman. Tasya baru pertama kali melihat minuman itu dan ragu meminumnya. Ayah bercerita bahwa itu adalah minuman favoritnya dan Budhe Rini sewaktu kecil yang sering dibuat oleh Eyang. Budhe Rini mengatakan bahwa minuman itu banyak khasiatnya. Kemudian Tasya mencoba meminumnya dan ternyata dia suka rasanya. Budhe Rini mempersilahkan Tasya beristirahat dan tidur di kamar. Namun Tasya tidak bisa tidur karena teringat Eyang. Saat Tasya masih kecil, Eyang sering mengantarkan Tasya Tidur sambil mendongeng dan menyanyikan lagu Lela Ledhung. Esok harinya Ayah mengajak Tasya berziarah ke makan Eyang bersama Budhe Rini. Dalam perjalanan pulang, Tasya mendapat ide untuk mengenang Eyang. Buku ini merupakan alih wahana kreatif yang bersumber dari naskah kuno “Meisjespellen (Permainan Anak Perempuan)”.