cover buku

Surveilans Resistansi Antibiotik Rumah Sakit Kelas A Dan B Di Indonesia Tahun 2020

Dewi Anggraini, dkk
3.85 MB
60
Halaman
ebook
eBook

Deskripsi

Penerbit
Deepublish
Kategori
Kesehatan
Sub Kategori
Kesehatan
Tahun Terbit
2021
ISBN
978-623-02-3638-9(EISBN)
eISBN
-

Sinopsis

Buku “Surveilans Resistansi Antibiotik Rumah Sakit Kelas A dan B di Indonesia Tahun 2020” merupakan buku surveilans resistansi antibiotik pertama yang disusun oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI), Buku ini memuat data rekapitulasi hasil kultur (spesimen saluran napas bawah, darah, urin) dan uji kepekaan antibiotik tahun 2020 dari 14 RS kelas A dan 10 RS kelas B di Indonesia dengan penanggung jawab laboratorium seorang dokter spesialis mikrobiologi klinik. Jumlah isolat terbanyak diperoleh dari spesimen saluran napas bawah (45%) diikuti dengan spesimen darah (30%), dan spesimen urin (25%), Secara umum, isolat yang tersering ditemukan berasal dari spesimen saluran napas bawah, darah, dan urin berturut-turut adalah Klebsiella pneumoniae ssp pneumoniae (33%), Klebsiella pneumoniae ssp pneumoniae (23%), dan Escherichia coli (45%). Patogen prioritas utama WHO yang paling sering ditemukan di RS kelas A dari spesimen saluran napas bawah adalah Escherichia coli resistan cephalosporin generasi ke-3 (73%), dari spesimen darah dan urin adalah Klebsiella pneumoniae resistan cephalosporin generasi ke-3 (72% dan 68%). Patogen prioritas utama WHO yang paling sering ditemukan di RS kelas B dari spesimen saluran napas bawah adalah Acinetobacter baumannii resistan carbapenem (61%), dari spesimen darah adalah Klebsiella pneumoniae resistan cephalosporin generasi ke-3 (78%), dan dari spesimen urin adalah Escherichia coli resistan cephalosporin generasi ke-3 (60%). Prevalensi MRSA dan Escherichia coli resistan terhadap cephalosporin generasi ke-3 dari kultur darah sebagai indikator resistansi antimikroba dalam Sustainable Development Goal monitoring framework adalah berturut-turut 46% (RS kelas A: 49%; RS kelas B 43%) dan 58% (RS kelas A: 63%; RS kelas B: 53%). Disimpulkan bahwa patogen prioritas utama WHO yang merupakan multidrug resistant organisms (MDROs) telah banyak ditemukan di RS kelas B bahkan prevalensi MDRO tertentu lebih tinggi di RS kelas B daripada kelas A. Bakteri yang resistan terhadap cephalosporin generasi ke-3 merupakan patogen prioritas utama WHO yang dominan baik di RS kelas A maupun kelas B. Berdasarkan hasil tersebut maka pola resistansi antibiotik patogen prioritas utama WHO di RS kelas C dan kelas D perlu dieksplorasi lebih jauh agar dapat dikembangkan metode pengendalian resistansi antibiotik terkait dengan sistem rujukan berjenjang.

Baca Selengkapnya

Untuk membaca unduh dan buka aplikasi di bawah ini:

cover buku

Surveilans Resistansi Antibiotik Rumah Sakit Kelas A Dan B Di Indonesia Tahun 2020

Dewi Anggraini, dkk
Preview